Kamis, 08 Februari 2018

ANGKA SEMPURNA #JURNALKE-8


Hari ini adalah hari baik,
Bukan berarti hari-hari kemaren adalah hari buruk.
Setiap hari itu baik, jika kita BERSYUKUR.

Berbicara tentang kesempurnaan,
kita akan selalu dihadapkan dengan pertanyaan,
dan biasanya kesempurnaan akan sangat kuat kaitannya dengan filosofis yang ada.

Bahasan kali ini, saya mengambil judul angka sempurna,
pada umumnya semua angka yang sudah tercipta, dan sampai sekarang kita menggunakannya merupakan angka sempurna.
Namun secara Khusus, ada beberapa angka yang paling sempurna berasarkan filosofis angka tersebut.
Yakni angka 0 dan angka 8.

Munculah pertanyaan,
Kenapa Angka 0 dan 8 ?

Pertama, angka 0 adalah sebuah ligkaran yang tidak ada putusnya,
dimana sebuah lingkaran menggambarkan sebuah hubungan antara banyak titik-titik yang tidak terputus dan membentuk lingkaran.

Dan kenapa angka 8 ?

Angka 8 adalah gabungan angka 0 yang disatukan sehingga membentuk angka dealapan tanpa terputus.
Intinya layaknyalah kita selalu mengikat sebuah hubungan seperti hubungan yang tanpa terlepas, dan mengikat sempurna sehingga tidak dapat digoyahkan hanya dengan hapusan, artinya hapusan adalah kematian.

Salam Sempurna.
  

Rabu, 07 Februari 2018

DIA, DIA ADALAH GADISKU #JURNALKE-7


Dia, 
Dia adalah gadis
Gadis yang tentunya masih gadis.
Jiwa keperempuan yang masih kental dengan segala kemanjaan namun mandiri.

Dia
Dia adalah gadis yang dewasa dengan segala pemikirannya,
Meskipun pada akhirnya akan ada saat dia bersedih dan menangis.
Itu wajar, karena hatinya befungsi dengan baik.

Dia,
Dia yang selalu kuingat ketika aku berniay jahat, 
Dia yang selalu menghiasi hari-hariku sehingga penuh arti.

Dia, 
Dia adalah Gadis yang senantiasa aku dengan rela untuk selalu medoakan agar dia selalu sehat dan kuat.

Dia
Dia adalah gadis yang selalu menjadi sabar ketika aku marah,
Dia adalah gadis yang menjadi kawatir ketika aku belum berkabar, meskipun ada perempuan yang lebih daripada dia, yaitu Ibuku.

Dia 
Dia adalah gadis dengan segala kekuatannya untuk mendorong semua keinginanku untuk maju.
Dia adalah gadis yang selalu khawatir ketika aku mulai macam-macan dengan segala tindakan konyolku.

Dia.
Dia adalah gadis.
Gadisku yang cantik dan baik, ntah kenapa aku sayang sama dia, yang jelas bukan karena dia cantik, manis dan baik, melebihi dari itu yang aku sendiri tidak bisa mendeskripsikannya.

Dia adalah Gadisku dengan manis senyumnya membuatku tenang dan semangat dalam menjalani hidup.

Terimaksih Gadisku kekasihku.
Bila engkau bukan manusia, melainkan sebuah benda akan kujaga dengan sepenuh hatiku, dan akan kukurung dalam sebuah brangkas agar tidak ada orang yang menyakitimu.
Tapi beruntungnya engkau adalah manusia yang membuat aku selalu berpikir untuk mendewasakan dirimu demi masa depanmu yang mudah-mudahan menjadi masa depan kita.
Terimakasih Gadisku.

Dia, Dia adalah Gadis,
Dia adalah Gadisku. 
Aku sayang padamu.

Rabu, 07 Feberuari 2018

Selasa, 06 Februari 2018

SUNYI DALAM SEPI, RAMAI DALAM HENING #JURNALKE-6

SUNYI DALAM SEPI, RAMAI DALAM HENING,
Suatu pernyataan yang sangat membingungkan.
"mungkin".

Ketika membuat judul ini, saya sempat terombang ambing dalam perasaan yang timbul saat ini, dan dengan seijin pencipta, beserta ijin androit untuk mengetik didalamnya saya mulai mengetikkan judul seperti ini.

Ketika menjalani hidup banyak perguncingan yang terjadi, Teman bisa jadi lawan, Lawan selamanya akan jadiblawan, apabila kiya tidak membuka hati untuk menjadikannya Teman.

Kaitan antara judul yang disebutkan diatas dengan kasus perguncingan dalam hidup, sungguh sederhana sekali, dimana diatas segalanya itu terjadi merupakan sudut pandang setiap orang.

Pernahkan teman-teman merasakan sunyi ketika sepi, dan merasakan ramai dalam hening?

Membingungkan?

Jelas karena kita belum mengetahui makna sejujurnya yang terkandung didalam kalimat tersebut.

Sunyi dalam Sepi.
Menurut saya Sunyi adalah tingkat tinggi untuk mencapai kualitas pendengaran kita dan mendengar suara hati yang ada.

Sepi belum tentu sunyi, sunyi belum tentu sepi.

Dan sepi adalah suatu persaan yang sedang kita alami ketika kita menginginkan sepi itu datang.

Ramai dalam Hening.

Ramai adalah suatu keadaan yang menunjukan banyak makluk disaat tertentu pada ruang waktu tertentu.

Hening, adalah tinggkatan paling tinggi untuk mendengar, baik mendengar suara hati,maupun mendengar keadaan lingkungan sekitar.

Bisakah kita merasakan ramai dalam hening?

Sangat bisa, ketika mendengar dan merasakan ramai dalam heing, sesungguhnya tingkat hening yang kita lakukan berhasil.

Dalam perakteknya, silahkan berada disebuah ruangan yang sepi gelap dengan mata tertutup dan posisi yang nyaman, Jangan tertidur, dengan cara mengatur pernaasan dengan tempo yang sama. Dan rasakan betapa Ramainya keadaan disekitar teman-teman.

Inti pada pembahasan kali ini asalah segala sesuatu bisa dikendalikan dengan konsep kesabaran, melatih kesabaran dengan cara hidup hening, akan mengajarkan ke Peka an yang sungguh luar biasa.
Selamat mencoba!!!

Selasa, 06 Feberuari 2018

MASALAH MEMBUAT DEWASA #JURNALKE-5

Tanggal 05 Feberuari 2018, adalah hari yang luar biasa.
Tidak seperti hari sebelum-sebelumnya untuk mendapatkan topik untuk jurnal lanjutan begitu berpikir keras, dan hari ini sangat banyak topik yang perlu dibahas, diantaranya mulai dari SKCK yang harus berbayar, birokrasi negara yang sangat panjang dan ribet, birokrasi pada dasarnya untuk memudahkan, namun pada kenyataannya birokrasi yang ada membuat semakin lama untuk mengurus sesuatu.

Tapi untuk saat ini saya gak akan bahas tentang birokrasi itu, tapi lebih kepada Masalah Yang Mendewasakan.

Hari ini banyak masalah yang saya hadapi, salah satunya masalah yang sudah saya sebutkan diatas.

Masalah membuat berpikir, mencari solusi agar keluar dari masalah, hingga akhirnya otak semakin terasah, dan terbiasa dengan masalah yang kecil dan semakin besar masalah semakin mendewasakan.

Senin, 05 Feberuari 2018

Senin, 05 Februari 2018

PAHIT KOPI TIDAK SEPAHIT SENDIRIAN #JURNALKE-4


Hari ini adalah tanggal 5 Feberuari 2018, Sebelumnya saya bingung untuk membahas topik apa melanjutkan jurnal secara terus menerus hingga akhirnya jurnal untuk tgl 4 Feberuari 2018 saya posting pada tanggal 5 Feberuari 2018. Setelah seharian saya bingung mencari topik apa, pada malam hari saya mendapat sebuah inspirasi untuk membahas sesuatu yang sudah sering dibahas oleh orang banyak, Yaitu KOPi.

Kopi adalah suatu zat yang bisa memberikan rasa nikmat yang luar biasa pada penikmatnya.
Banyak orang yang membandingkan pahitnya kopi tidak sepahit kehidupan.
Saya sendiri tidak setuju dengan kalimat itu, karena bagi saya hidup itu tidak pahit tapi sangat nikmat.
Kenapa bisa nikmat? 
Karena saya bersyukur dengan segala hidup yang sudah saya punya sekarang.
Intinya BERSYUKUR.

Filosofi Kopi itu adalah sebuah buku yang sudah diangkat ke layar lebar yang sebenarnya saya belum membaca, karena saya belum ada niat buat membeli bukunya dan membacanya.
Selain dari itu, untung saya belum membaca buku tersebut, hingga akhirnya saya berpikir keras untuk menulis tentang kopi ini tanpa terkontaminasi oleh isi buku tersebut.

Oke, Untuk kopi, saya berterimakasih pada petani karena sudah menjaga dan mengurus kopi begitu ikhlas, hingga akhirnya kopi yang dijual kepedagang merupakan kopi terbaik.
Terimakasih pada pedagang yang memiliki ide untuk mengolah kopi tersebut hingga nikmat untuk dinikmati.
Terimakasih pada Barista sudah meracik hingga menghasilkan kopi yang luar biasa untuk dihirup dan diminum.
Hingga Akhirnya TERIMAKASIH BANYAK pada TUHAN YANG MAHA KUASA, telah mengijinkan kopi tumbuh dibumi.

Kopi, Hitamnya mengajarkan pada saya bahwa hitam tidak selamanya memberikan ketidakbaikan, karena kopi memberikan nikmat.
Kopi nikmat untuk dinikmati tanpa gula, dan tidak buruk juga apabila ditambah sedikit gula, cream, ataupun susu kental.
Semua itu tergantung selera masing-masing.
Dan dari Kopi saya mengetahui bahwa hidup itu pahit namun nikmat. Dan saya menyimpulkan, Hidup itu tidak pahit seperti kopi, yang pahit itu adalah Hidup tanpa Teman dan Hidup sendirian, dan saya membuat Judul jurnal ini.
PAHIT KOPI TIDAK SEPAHIT SENDIRIAN.

Kenapa sendirian itu pahit?
Untuk jawaban sederhananya, saya bilang karena sendirian itu sepi, dan hidupmu tidak berwarna sendirian.
Hidup sendiri itu pahit, Karena pada dasarnya manusia itu merupakan makluk sosial, yang artinya makluk sosial harus memiliki teman dan manusia itu memiliki hidup yang harus meiliki teman, secara keseluhuran Hidup itu harus memiliki teman.

Jadi, berapa orang teman yang anda miliki ? apakah anda merasa kesepian? 
Pikirkan lagi dan saya akan lanjutkan Tulisan ini nanti sore.

Minggu dan Senin, 04&05 Feberuari 2018

Sabtu, 03 Februari 2018

HARI PERNIKAHAN #JURNAL KE-3


Hari ini adalah hari Sabtu tanggal 03 Feberuari 2018, 
Jurnal ketiga di bulan Feberuari.
Hari ini saya akan bercerita tentang peenikahan Kakak sepupu saya.

Tepatnya tanggal 03 feberuari 2018, kakak sepupu saya telah memutuskan untuk menikah dengan lelaki pilihannya. Bandung, iyalah tempat untuk merayakan hari bahagia tersebut. Runtutan acara yang dilakukan mulai dari salon yang dimuali dari jam 01.00 wib untuk acara gereja, karena kita beragama Kristen, dan acara pemberkatan diGereja GBKP Bandung dimulai pada pukul 07.00 wib.

Setelah diacara Gereja, kita berangkat ke Gedung untuk melanjutkan acara yakni acara Adat. Bukan suatu kebetulan, karena ini Takdir, adat yang kita jalankan adalah adat Suku Karo, karena kita memang suku Karo. Karo adalah salah satu Suku dari banyaknya suku yang ada di Sumatera Utara.

Adat secara keseluruhan akan dibahas dilain waktu, karena saya akan lebih berfokus pada bahasan tentang Pernikahan itu sendiri.

Menurut saya, Pernikahan itu adalah suatu ibadah untuk umat manusia, dengan membina hubungan antara lelaki dan wanita yang bertujuan untuk ibadah dan meneruskan generasi kehidupan manusia.

Secara mendetail, Pernikahan itu harus didasarkan oleh rasa saling cinta antara dua umat manusia, secara menyeluruh dalam segala keadaan, baik suka dan duka, saling menyanyangi baik susah dan senang sampai akhirnya maut memisahkan.

Dalam kehidupan, Pernikahan adalah suatu yang sakral, karena pernikahan sesungguhnya adalah sesuatu yang ketika diulang mungkin tidak akan terasa indah seperti diawal. Ingat itu menurut saya, dan bagaimana menurut kalian, terserah kalian itu hak kalian.

Bedanya Pernikahan dengan sekolah atau pendidikan adalah sebagai berikut, 
Apabila Sekolah atau pendidikan akan mendapatkan ijazah atau sertifikat ketika selesai mengerjakan ujian, sedangkan pernikahan adalah sesuatu yang mendapatkan ijazah atau sertifikat dalam artian surat nikah terlebih dahulu, baru kita akan menjalankan ujian yang artinya ujiannya tidak akan ada habisnya, kecuali ketika sudah meninggal dunia.

Secara umum pernikahan itu tidak hanya menjalankan kehidupan antara wanita dan lelaki yang menjalankan pernikahan tersebut, melainkan antara dua keluarga yang disatukan dengan segala latar belakang dan didikan yang berbeda, artinya segala sesuatu harus lebih direndahkan, khususnya keegoisan dalam diri masing-masing termasuk menurunkan keegoisan antara keluarga masing-masing, karena semuanya tidak akan bisa sesuai dengan yang kita harapkan 100%. Ingat dipersatukan antara dua keluarga dengan latar belakang dan didikan yang berbeda, jadi tidak akan pernah sesuai 100% kecuali kita harus hadapi dan syukuri, dan berusaha memperbaiki diri masing-masing.

Pernikahan tidak pernah direncanakan untuk jangka waktu tertentu, karena idealnya dan seharusnya pernikahan itu adalah sekali untuk seumur hidup sampai akhirnya maut memisahkan.

Hendaklah Pernikahan itu selalu mulia dimana sudah memutuskan untuk hidup bersama, jangan rusak indahnya mulianya sebuah pernikahan hanya karena keegoisan manusia.

Kesimpulan dari semuanya adalah pernikahan itu haruslah saling sayang satu sama lain sampai akhir hidup, setia sama pasangan, sabar, jalani, nikmati, syukuri, berserah pada yang Punya Kehidupan, Didiklah anak sebagaimana seharusnya untuk meneruskan generasi yang luar biasa, hendaklah hidup sebagaimana manusia yakni makluk sosial yang tidak pernah bisa hidup sendiri, jadi jangan pernah lupakan keluarga.

Sekian Dan Terimakasih. Silahkan di koment bagaimana pernikahan itu menurut kalian .

Jumat, 02 Februari 2018

KENDALIKAN HATI & PIKIRAN #JURNAL KE-2


Ada sesuatu yang aneh dengan kalimat yang sudah sering kita dengar, bahkan sudah terlalu sering.
"Jangan Memandang Orang Dengan Sebelah Mata" Itulah kalimat yang sudah menjamur didalam bumi ini.
Kalimat ini sangat benar Adanya, bahkan sebelum manusia yang katanya makluk paling sempurna menafsirkan terlalu jauh.
Terus anehnya dimana?
Anehnya ya itu, karena kita terlalu jauh menafsirkan sehingga melupakan akan dasarnya.
Maksudnya gimana?
Maksudnya ya begini, Mau gimanapun caranya memandang sebelah mata itu susah, kecuali bagi mereka yang cacat mata sebelah maaf ( buta ), normalnya orang akan selalu memandang dengan kedua matanya, agar objek yang dilihat dapat terlihat jelas.
Biasanya kata-kata itu dibandingkan antara hal yang jelas terlihat dengan sesuatu yang gak ternilai dan tidak bisa terlihat secara visual, dalam hal ini yang saya maksudkan adalah perbandingan antara rupa dan sifatnya, Ingat saya bilang "Biasanya" artinya gak selamaya seperti itu, tapi pada umumnya seperti itu.
Jadi intinya apa?
Intinya Jangan Memandang Sebelah Mata, Jangan pernah menyalahkan Mata, karena Mata tidak pernah salah dalam melihat yang Salah Itu Pikiran dan Hati yang Tidak Bisa dikendalikan oleh Tuannya.

Jumat, 2 Feberuari 2018

Air Mata Kekasihku

Di dalam baringku, dia menghampiriku. membaringkan dirinya didekatku. kepalanya mulai bersandar di bahuku. Aku sedih Kalimat singkat...