Sabtu, 23 Januari 2016

Jarak Dan Waktu

Mencoba membuat sebuah cerpen entah cerbung, terserahlah apa namanya yang jelas aku ingin mencoba dan melangkah. Cerita ini terinspirasi dari Kisah yang tidak perlu kamu ketahui apakah nyata atau tidak, yang jelas kamu hanya harus membacanya dan menikmatinya.

JARAK DAN WAKTU
Part 1

Oleh : Valentinus Pandia

           Di luar langit yang tadinya cerah sekarang mulai menghitam, angin mulai semakin kencang. Sepertinya itu merupakan pertanda akan datangnya hujan. Mila termenung di depan laptopnya, mencoba untuk mengetikkan sesuatu di dalam aplikasi Microsoft word itu, namun setelah sekian lama aku memperhatikan Mila, Dia belum juga mulai mengetik apapun di dalam Microsoft itu, jangankan mengetik kata, satu huruf pun belum ada terlihat di laptop itu, Mila terlihat melamun dan seperti sedang memikirkan susuatu hal yang sangat berat sekali, aku pun memutuskan untuk menyadarkan dirinya dari lamunannya.
“Hey,,,  lagi ngapain malah ngelamun?.” Tanyaku
“Eh, jadi kaget, gak ada apa-apa kok, aku cuman teringat sesuatu aja, hehehe” Jawab Mila.
“Teringat Apaan ayo??, Cerita aja lagi, aku gak akan bilang ke orang-orang kok” Godaku
“Ya gak apa-apa kalo mau diceritain sama orang lain juga” Kata Mila.
“Iya, gak apa-apa kalau mau di ceritain juga, tapi mau ceritain apa, orang kamu belum cerita apa-apa,” Kataku lagi.
“Iya ya, lupa hehehe, kirain tadi aku udah cerita hehehe, maaf-maaf”
“Iya ceritalah”Kataku
Mila pun mulai bercerita.
Aku akan menjelaskan sedikit tentang Mila. Mila adalah seorang perempuan yang sudah menjadi sahabatku sejak kami memasuki Sekolah Menengah Pertama, tingginya kurang lebih 150 cm, dengan rambut panjang sedikit kriting bergelombang, memiliki hidung yang tidak terlalu mancung dan juga tidak terlalu pesek, berbadan sedang tidak terlalu gemuk dan juga tidak terlalu kurus, dulu aku pernah menanyakan berat badannya kalau tidak salah beratnya sekitar 47 kg, mukanya cantik dan orangnya baik.
Kurang lebih sekitar 4 tahun yang lalu, kejadiannya saat Mila sudah lulus SMA dan akan melanjutkan Kuliah. Sebelum Mila memutuskan untuk pergi ke Kota Medan untuk bimbingan dia pun mengalami salah satu fase sebagai anak remaja yang mau menuju dewasa, yakni fase jatuh cinta. Lelaki itu adalah Diavandi,biasa dipanggil Vandi. Vandi juga sama saat itu sama-sama sudah lulus SMA dan akan melanjutkan kuliahnya, Vandi merupakan orang rantau di daerah itu, dia tinggal bersama sebuah kelurga yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah Mila. Sebelumnya mereka berdua tidaklah saling mengenal, namun seiring dengan berjalannya waktu mereka pun saling mengetahui namun tidak pernah berbicara hanya saling pandang saja. Saat mau berangkat sekolah Mila harus melewati rumah yang ditumpangi oleh Vandi, mulanya biasa saja, namun perubahan itu ada setelah sekian lama lewat depan rumah itu, Mila baru menyadari kalau Vandi sering memperhatikan Mila dari teras rumah itu, vandi sering membersihkan rumah itu sampai keterasnya setiap paginya, saat melihat seperti itu Mila tidak terlalu memperdulikannya, karena menganggap itu biasa saja, pandangan dan lirikan Vandi hanyalah sekedar saja. Kurang lebih 2 tahun lamanya terus saja seperti itu, hingga suatu saat entah dapat dari mana atau dari siapa, Vandi meminta pertemanan pada Mila di salah satu Media social yang terkenal pada jamannya, dan mungkin hingga sekarang pun masih terkenal, yaitu Facebook. Mila pun menerima pertemannan itu tanpa berpikiran aneh-aneh. Vandi mulai melancarkan serangnanya, Dia mulai melakukan Chating dengan Mila di Facebook itu, semakin hari semakin dekat, hanya saja dekatnya di dalam dunia maya, belum pernah ketemuan di dunia nyata. Suatu hari Vandi meminta nomor handphone Mila dari facebook, entah setan apa yang merasuki Mila saat itu, diapun langsung memberikan nomor hanphone nya pada Vandi. Mereka pun mulai sering saling SMS dan tidak jarang juga telponan sampai larut malam selama masih di Kota itu.
Karena tuntutan dari sebuah kebutuhan pendidikan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi, maka Mila pun akhirnya pergi ke Medan untuk mengikuti Bimbingan Belajar Intensif  di salah satu lembaga belajar yang cukup terkenal di Kota Medan. Selama mengikuti bimbingan, komunikasi antara Mila dan vandi masih lancar-lancar saja, dan tidak ada masalah, hingga suatu hari tepatnya Mila lupa hari apa, yang jelas waktu itu tanggal 22 Juni 2011, vandi pun menyatakan perasaannya pada Mila, dan menanyakan pada Mila bagaimana keputusannya. Seperti terhipnotis Mila pun mengiyakan pertanyaan Vandi sebagai arti setuju bahwa mereka jadian dan sekarang status mereka sudah pacaran. Mila sangat senang waktu itu dan Vandi juga senang.
2 bulan kemudian pengumuman kelulusan masuk perguruan tinggi pun di umumkan, Mila dapat tempat kuliah di Kota Riau sedangkan Vandi mendapat tempat kuliah di Kota Bandung Jawa Barat. Mereka saling berkomitmen akan saling menjaga perasaan dan tetap dengan status pacaran. Sudah mulai perkuliahan dan mereka masih melakukan komunikasi lancar-lancar saja, dan hampir setiap malam mereka bertelponan, saling percaya satu sama lain. Begitulah setiap harinya.
Setan itu mulai muncul, entah setan apa yang merasuki Vandi, tepat pada tanggal 22 bulan ketiga Vandi dan Mila menjalin cinta dan tidak pernah ada masalah yang begitu berarti selama ini, namun kali ini dari sore hari mereka terus-menerus saling SMS, masalahnya mulai kompleks, malam hari tanggal 22 saat itu Vandi menyuruh Mila untuk menelpon dirinya, dan mereka berbicara panjang lebar di telpon itu, hingga akhirnya Mila marah-marah hebat di telpon itu dan seperti menanyakan mengapa harus seperti itu, karena sudah tidak kuat lagi dengan semua ulah Vandi Mila pun mengakhiri hubungan mereka. Mila menangis sekeras-kerasnya, tidak peduli dengan sekelilingnya. Alhasil mereka Putus tidak lagi berhubungan, dan hampir seminggu Mila kacau dengan segala pikirannya tentang Vandi. Mila sedih seperti kehilangan harta paling berharganya, bahkan saat menceritakan ini, Mila masih saja meneteskan air mata.
( Bersambung )



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Air Mata Kekasihku

Di dalam baringku, dia menghampiriku. membaringkan dirinya didekatku. kepalanya mulai bersandar di bahuku. Aku sedih Kalimat singkat...